TribunSolo/
Home »

News

» Jakarta

Kasus KTP Elektronik

ICW Desak KPK Segera Tahan Setya Novanto, Ini Alasannya

"Kalau tidak ditahan hambatan KPK akan makin kenceng dalam mengusut kasus e-KTP," ujar Febri.

ICW Desak KPK Segera Tahan Setya Novanto, Ini Alasannya
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua DPR RI Setya Novanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Koordinator Bidang Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera menahan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Dia menganggap banyak hambatan yang ditemui pasca penetapan Ketua Umum Partai Golkar itu menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP.

"KPK segera tahan Novanto karena terlalu banyak kejadian yang menghambat KPK dalam menangani kasus e-KTP," kata Febri di hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Febri heran apa alasan KPK tak kunjung segera menahan Novanto.

Ia pun menduga-duga apakah masih kurang bukti atau lainnya.

"Kenapa KPK tak kunjung menahan Novanto, apa masalahnya? Apakah karena Johannes Marliem meninggal dunia sehingga bukti kurang kuat, apalagi? Harusnya segera ditahan dong," kata dia.

Febri khawatir, jika tidak segera ditahan hambatan lembaga anti-rasuah dalam menuntaskan kasus yang merugikan negara senilai Rp 2,3 triliun tersebut akan semakin besar.

"Kalau tidak ditahan hambatan KPK akan makin kenceng dalam mengusut kasus e-KTP," ujar Febri.

"Bahkan alasan sakitnya Novanto juga perlu diuji kebenarannya."

"KPK harusnya bisa kirim dokter untuk cek kesehatan (Novanto)," tambah dia.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help