TribunSolo/

Restoran di Semarang Ini Sajikan Dak Galbi, Begini Perbedaannya dengan yang Asli Korea Selatan

Yang perlu diketahui, seluruh masakan yang ada di Seoul Palace, tanpa menggunakan bahan daging babi dan minyak babi.

Restoran di Semarang Ini Sajikan Dak Galbi, Begini Perbedaannya dengan yang Asli Korea Selatan
Tribun Jateng/M Syofri
Menu Dak Galbi disajikan di restoran Seoul Palace, Jalan Pandanaran 109, Kota Semarang, Jumat (25/08/2017). 

TRIBUNSOLO.COM -- Masakan korea yang satu ini, berasal dari Kota Chuncheon, Provinsi Gangwon, Korea Selatan.

Bernama Dak Galbi, yang berarti ayam dan iga.

Masakan ini merupakan makanan pendamping minuman keras berupa arak beras, yang muncul sejak tahun 1960.

Di sana, Dak Galbi juga merupakan sebuah nama jalan raya.

Di resto Seoul Palace, yang berada di Jalan Pandanaran no 109, Mugassari, Semarang Selatan, masakan ini disajikan di sebuah wajan, yang di bawahnya terdapat kompor portabel yang menyala.

Berisi wortel, ubi merah, topokki (kue beras), daun bawang, kentang, dan sawi putih.

Keseluruhan sayuran tersebut terendam dalam kaldu sapi.

Tepat berada di tengah-tengah wajan, diberi saus gochujang, dan di atasnya diberi irisan bawang bombay.

Ninik, pengelola resto menuturkan, kali ini yang dicampur dalam saus gochujang adalah ayam.

"Potongan daging ayam sebelumnya sudah didiamkan bersama saus Gochujang, serta ditambahi dengan minyak wijen dan kecap asin."

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help