TribunSolo/
Home »

Solo

Festival Payung Indonesia di Solo

Di Festival Payung, Rory Wardana Ingin Ubah Imej Kuno Busana Tradisional

Selain Rory Wardana, ada tiga perancang busana yang memamerkan karyanya.

Di Festival Payung, Rory Wardana Ingin Ubah Imej Kuno Busana Tradisional
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Desainer Rory Warnada (tengah) dengan para model usai peragaan busana di Pura Mangkunegaran, Solo, Sabtu (16/9/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Desainer Kota Solo, Rory Wardana, ingin mengubah imej kuno pada busana tradisional Indonesia saat memamerkan karyanya di Festival Payung Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya usai peragaan busana di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran, Sabtu (17/9/2017) malam.

“Saya menginginkan masyarakat itu mengubah image bahwa busana tradisional itu busana yang kekunoan, jadi saya ingin mengembangkan busana tersebut menjadi busana yang modern dan bagus,” kata Rory.

Adapun, Rory memamerkan tujuh koleksi busana tradisional yang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca: Giring Nidji Ramaikan Acara Fun Walk BCA di Car Free Day Solo

Antara lain dari Sumatera, Kalimantan, Bali dan NTT, Kesultanan Cirebon hingga Yogyakarta dan Solo.

“Pakaian tersebut juga nantinya bisa dipakai untuk semua masyarakat dan dari kesan kuno nya sudah saya rombak sekarang jadi modern,” ujarnya.

Di malam tersebut, Rory juga memamerkan satu rancangannya yang dipakai oleh Putri KGPAA.Mangkunegoro IX yakni GRAj Acillasura Marina Sudjiwo.

Selain Rory Wardana, ada tiga perancang busana yang memamerkan karyanya.

Yakni Maharani Setyawan (Klaten), Ofie Laim (Bandung), dan Dian Oerip (Jakarta).

Peragaan busana diadakan di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran dan dimulai dengan tarian Teddung Mpulaweng (Payung Emas). (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help