TribunSolo/
Home »

Solo

Rumah Djoko Susilo Sitaan KPK di Solo Bakal Dijadikan Museum Batik

Sugiyatno mengungkapkan, aset senilai Rp 48 miliar itu akan diserahkan kepada Pemkot dalam prosesi acara 17 Oktober 2017.

Rumah Djoko Susilo Sitaan KPK di Solo Bakal Dijadikan Museum Batik
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Tampak depan rumah Djoko Susilo yang disita KPK, Jl Perintis Kemerdekaan No 70, Sondakan, Laweyan, Surakarta, Kamis (21/4/2016) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rumah sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sondakan, Laweyan, Solo, bakal dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Nantinya, rumah milik narapidana KPK, Djoko Susilo, tersebut bakal dijadikan museum batik.

Demikian disampaikan oleh Kabid Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Solo, Sugiyatno, kepada waryawan Rabu (11/10/2017) siang.

Sugiyatno mengungkapkan, aset senilai Rp 48 miliar itu akan diserahkan kepada Pemkot dalam prosesi acara 17 Oktober 2017.

"Sesuai dengan permohoan Pemkot bahwa tanah dan bangunan akan diperuntukan untuk museum batik," ujar dia.

Baca: Jokowi Setujui Rumah Djoko Susilo Sitaan KPK di Solo Ini Diserahkan ke Pemkot Solo

Sugiyatno menambahkan, pemanfaatan rumah sitaan KPK selanjutnya akan dikelola Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sesuai tugas, pokok, dan fungsinya.

Sebagaimana diberitakan aset yang berkokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan No 53 itu terawat dengan baik.

"Kondisi bangunannya bagus, sejak disita KPK ada yang merawat," ucapnya.

Selanjutnya prosesi penyerahan aset sitaan KPK kepada Pemkot juga akan dihadiri KPK, Kementerian, hingga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Baca: KPK Lelang Sejumlah Mobil Milik Terpidana Djoko Susilo, Ada Jeep Wrangler dan Toyota Harrier

Dalam penyerahan itu akan digelar penandatanganan berita acara penyerahan aset. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help