TribunSolo/
Home »

Techno

» News

Ditenggat Akhir Oktober, Kemenkominfo Wajibkan Nomor Ponsel Didaftarkan dengan NIK dan KK

Pelanggan baru maupun lama, wajib mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) miliknya.

Ditenggat Akhir Oktober, Kemenkominfo Wajibkan Nomor Ponsel Didaftarkan dengan NIK dan KK
Shutterstock via Kompas.com
Kartu SIM 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi.

Pelanggan baru maupun lama, wajib mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) miliknya.

Data NIK dan nomor KK yang dicantumkan dalam proses aktivasi tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil) sehingga pengguna tidak bisa lagi sembarangan memasukkan nomor.

"Soal registrasi prabayar ini sebenarnya kita terlambat, sudah sejak 2005 atau 12 tahun ada kebijakannya."

"Saat itu memang belum efektif karena ekosistemnya belum terbentuk," ujar Menkominfo Rudiantara saat bicara di hadapan wartawan, Rabu (11/10/2017).

Baca: Alami Preeklamsia, Winda Viska Minta Para Ibu Hamil Berhati-hati

"Kalau sekarang sudah ada e-KTP, sudah ada ekosistemnya, dan bisa dilakukan."

"Nanti, mulai 31 Oktober 2017, semua wajib mendaftarkan nomor dengan cara ini," imbuhnya.

Pendaftaran NIK dan KK bisa dilakukan pelanggan setelah membeli kartu prabayar.

Atau, bisa juga dilakukan melalui gerai operator masing-masing.

Halaman
123
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help