TribunSolo/

Kasus Dugaan Penipuan First Travel

Gagal ke Tanah Suci, Korban First Travel Ingin Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman Dihukum Berat

Pramana Syamsul Ikbar yang berprofesi sebagai Jaksa ini mengaku belum mengetahui kasus First Travel akan disidangkan.

Gagal ke Tanah Suci, Korban First Travel Ingin Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman Dihukum Berat
TRIBUNNEWS.COM/REGINA
Anniesa Hasibuan (kedua dari kiri) dan Presiden Direktur First Travel Andika Surachman 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Seorang korban First Travel, Pramana Syamsul Ikbar, mengharapkan bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan tetap mengembalikan uang jemaah meski berkas perkara akan dilimpahkan ke pengadilan dan segera disidangkan.

"Untuk keinginan seluruh calon jemaah yang utama sangat mengharapkan uang mereka bisa kembali dengan penjualan aset-aset dan dana yang masih ada di tangan tersangka," ujar Pramana saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (12/10/2017).

Meski mengharapkan uang yang telah disetor agar dapat dikembalikan tersangka, keinginan lain jemaah adalah pemberian hukuman maksimal bagi para tersangka serta pengusutan hukum terbuka bagi siapa saja yang terlibat.

"Hukuman maksimal untuk para pelaku karena sudah membuat puluhan ribu calon jamaah terdzolimi," kata Pramana.

Baca: Ajukan Penangguhan Penahanan, Pemilik Nikahsirri.com Minta Dikasihani

Baca: Merasa Belum Juga Bertemu Jodoh? Mungkin Ini Alasannya

Baca: Kapolri Sebut Tiga Pimpinan First Travel Segera Jalani Persidangan

Selain itu, korban juga ingin pengusutan hukum pada tersangka terbuka karena diduga masih ada pihak lain yang terlibat dalam kasus penipuan ibadah umrah.

"Penegakan hukum bisa terbuka, usut tuntas para pelaku dan apabila ada pihak lain terkait penipuan First Travel agar bisa di jerat oleh hukum, karena dalam TPPU penerima, pemakai dan lainnya dapat dipidana," ujar Pramana.

Pramana Syamsul Ikbar yang berprofesi sebagai Jaksa ini mengaku belum mengetahui kasus First Travel akan disidangkan.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help