TribunSolo/

Novel Baswedan Kembali Minta Pemerintah Bikin Tim Gabungan untuk Kasusnya

"Saya ingin sampaikan bahwa masalah ini smpai sekarang tidak diungkap sebagaimana seperti yang pernah saya ucapkan sebelumnya."

Novel Baswedan Kembali Minta Pemerintah Bikin Tim Gabungan untuk Kasusnya
KOMPAS.COM/ANTARA FOTO/MONALISA
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan (kiri), bersama istrinya, Rina Emilda, dan anak bungsunya, di Singapura, Selasa (15/8/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, berharap pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku dan dalang di balik penyerangan dirinya.

Harapan tersebut dia ungkapkan kepada wartawan melalui video call dari ponsel milik Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Itu terjadi  saat Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK menggelar konferensi pers di halaman gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017).

"Saya ingin sampaikan bahwa masalah ini smpai sekarang tidak diungkap sebagaimana seperti yang pernah saya ucapkan sebelumnya."

Baca: Sudah Tak Sabar Pulang ke Indonesia, Novel Baswedan Masih Harus Jalani Operasi Mata Tahap Dua

"Dan saya juga belum mendengar rencana selanjutnya yaitu harapan saya dibentuknya TGPF," ujar Novel, yang saat ini masih dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura.

Novel pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan perhatian dan dukungan terhadap penuntasan kasus penyerangan yang dialaminya.

Adapun penyiraman air keras terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017 oleh orang yang belum diketahui identitasnya, seusai Novel salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta.

"Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari semua elemen."

Baca: Rumah Djoko Susilo Sitaan KPK di Solo Bakal Dijadikan Museum Batik

"Tentunya orang-orang yang mendukung upaya terkait yang menimpa saya yaitu penyerangan yang dilakukan dengan cara bar-bar pada enam bulan lalu," ucapnya.

Selain itu, Novel juga berharap kepada pihak-pihak yang selama ini menaruh perhatian terhadap agenda pemberantasan korupsi agar tetap berani, meski harus menghadapi risiko besar seperti dialami oleh dirinya.

"Kepada semua pihak yang konsen dengan pemberantasan korupsi, kita semua harus tetap semangat, berani dan tetap menjaga perjuangan melawan korupsi."

"Ini masalah besar, tentunya risiko itu menjadi hal tak terelakkan."

"Tetapi saya ingin sampaikan hal seperti ini kebanggaan bagi kita," kata Novel menegaskan. (6 Bulan Pasca-Penyerangan, Novel Baswedan Kembali Minta Dibentuk Tim Gabungan/Kompas.com/Kristian Erdianto)

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help