TribunSolo/

Nilai UMK Solo 2018 Naik Jadi Rp 1.668.700, Serikat Pekerja Sebut Jumlahnya Tak Rasional

Hudi mengungkapkan UMK harusnya naik 10 persen hingga 12 persen yang dihitung dari nilai kebutuhan hidup layak (KHL).

Nilai UMK Solo 2018 Naik Jadi Rp 1.668.700, Serikat Pekerja Sebut Jumlahnya Tak Rasional
TRIBUN JABAR
Ilustrasi gaji karyawan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Solo, Hudi Wasisto, menilai kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Solo belum rasional.

Untuk diketahui, Dewan Pengupahan Kota Solo menyepakati UMK Solo pada 2018 senilai Rp1.668.700.

Artinya nilai tersebut naik 8,71 persen dari UMK 2017 Rp1.534.985.

Dijumpai wartawan Selasa (31/10/2017) siang, Hudi mengungkapkan UMK harusnya naik 10 persen hingga 12 persen yang dihitung dari nilai kebutuhan hidup layak (KHL).

"Kondisi masyarakat dihitung kebutuhan hidup layak masih jauh sekali, terbukti dengan kenaikan TDL (tarif dasar listrik), PDAM, harga beras,” kata Hudi.

Lanjutnya, kenaikan TDL tercatat hingga 100 persen, lalu biaya air bersih PDAM juga ikut naik.

Harga beras di antara Rp 8 ribu hingga Rp 11 ribu.

“Meski berat kita menyepakatinya, karena hitungan UMK kini merujuk PP Nomor 78 Tahun 2015,” ujar dia.

Aturan mengurai  hitungan UMK dilakukan dengan menambahkan UMK 2017 dengan hasil perkalian antara UMK 2017 dan jumlah inflasi serta pertumbuhan ekonomi hingga ditemukan angka Rp 1.668.700.

Pihaknha  berharap aturan perhitungan dapat ditinjau lagi di tahun depan dengan survei riil kebutuhan masyarakat.

Kemudian pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kalangan pengusaha serta Pemkot Solo dalam pengawasan pelaksanaan UMK.

SPN mengajak pekerja melapor jika perusahaan yang bersangkutan belum melaksanakan UMK sesuai aturan berlaku.

Selanjutnya, SPN akan menindaklanjuti laporan tersebut kepada Pemkot Solo. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help