TribunSolo/

Menteri Siti Nurbaya Sebut Tiap Wilayah Akan Punya Hasil Berbeda Terkait Program Perhutanan Sosial

"Fase-fase kemajuan akan berbeda satu dengan yang lain karena jenis tanaman dan jenis usahanya berbeda," tambah Siti.

Menteri Siti Nurbaya Sebut Tiap Wilayah Akan Punya Hasil Berbeda Terkait Program Perhutanan Sosial
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, saat memberikan sambutan dalam acara Perhutani Sosial Untuk Pemerataan Ekonomi di Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Solo, Sabtu (4/11/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menjelaskan bahwa setiap wilayah akan memiliki perbedaan kemajuan dalam hasil kerja program Perhutanan Sosial.

Hal tersebut dia ungkapkan saat membuka acara Perhutani Sosial Untuk Pemerataan Ekonomi yang diselenggarakan di Wonoharjo, Kemusu, Boyolali.

"Fase-fase kemajuan akan berbeda-beda satu kelompok dengan kelompok yang lain," kata Siti Nurbaya, Sabtu (4/11/2017) siang.

Lebih lanjut, Menteri Siti Nurbaya mengatakan perbedaan kemajuan setiap daerah berlainan dari kelompok dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

"Fase-fase kemajuan akan berbeda satu dengan yang lain karena jenis tanaman dan jenis usahanya berbeda," tambah Siti.

Siti Nurbaya lantas mengatakan, jumlah luas lahan yang diberikan kepada kelompok tani saat ini adalah 1.890,6 hektar.

Tanah tersebut ada yang ditanami palawija, kayu sengon, kayu putih, jagung, nanas, padi dan dimanfaatkan sebagai ekowisata.

Siti mengingatkan, bahwa aspek penting dalam pemberdayaan ekonomi adalah ketersediaan lahan dan akses dari pemerintah untuk mendukung usaha sehingga bernilai ekonomis.

Para petani yang mendapat surat keputusan perhutanan sosial dalam acara ini berasal dari Boyolali, Pemalang, Grobogan, Kudus, Blora, dan Bojonegoro.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ikut hadir di Boyolali untuk menyerahkan lahan perhutanan sosial bagi sejumlah warga Jawa Tengah demi pemerataan ekonomi masyarakat.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help