TribunSolo/

Berminat Pinang RX King Bekas, Perhatikan Hal Berikut Ini

Anes menyarankan calon pembeli motor RX King mengajak mekanik atau orang lain yang juga memahami seluk beluk motor

Berminat Pinang RX King Bekas, Perhatikan Hal Berikut Ini
(Kompas.com/Fachri Fachrudin)
Salah satu Motor RX King tahun 1995 yang dijual Boy Fajar, saat ditemui dikediamannya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (5/11/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Munculnya beberapa kekhawatiran ketika ingin membeli motor bekas merupakan hal wajar terjadi.

Termasuk ketika ingin membeli motor keluaran Yamaha yang sudah tidak lagi diproduksi, yakni jenis RX King.

Namun demikian, kekhawatiran itu bisa diantisipasi dengan memperhatikan sejumlah hal yang terkait dengan motor tersebut.

Stefano Kenriko, pemilik bengkel motor YTS memberikan tips ketika ingin membeli motor RX King.

Pertama, pastikan bahwa surat-surat kendaraannya lengkap, yakni Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Kemudian, nomor pada rangka dan mesin motor juga harus sesuai dengan yang tercantum di dalam surat-surat kendaraan.

Selain itu, pastikan juga keaslian cetakan nomor pada rangka dan mesin motor.

Sebab, kata pria yang akrab disapa Anes ini, banyak nomor rangka dan mesin RX King merupakan ubahan atau bukan lagi cetakan pabrik.

Kemudian ketika hendak membayar pajak, polisi akan menahan motor tersebut.

"Di RX King banyak kasusnya seperti itu. Nomor mesin dan nomor rangka. Pastikan nomor mesin dan rangka sesuai tahun keluarannya (produksi)," kata Anes saat ditemui KompasOtomotif di bengkelnya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (6/11/2017).

Nomor rangka dan mesin RX King yang diproduksi tahun 1995 dan sebelumnya, Yamaha mencetak nomor dengan cara diketok.

Sementara untuk motor yang diproduksi setelah tahun tersebut, umumnya dicetak dengan cara gravir.

"RX King tahun 1995 ke bawah itu nomor mesinnya diketok oleh Yamaha, cetakannya cetak ketok. Tapi untuk tahun 1998 ke atas itu di gravir. Makanya, kalau beli (RX King) jangan sampai nomornya bukan original Yamaha," kata dia.

Kedua, lanjut Anes, calon pembeli motor RX King perlu juga memperhatikan bagian mesin.

Jangan sampai mesin motor tersebut sudah bocor atau rembes oli.

Selain itu, jika tampilan fisik mesin motor terlihat bagus maka perlu diperhatikan juga baut-baut pada mesin tersebut.

"Dari situ bisa ketahuan (diperkirakan) bagaimana pemilik motor melakukan perawatan motornya dan kerja mekaniknya. Kalau bautnya enggak original kemungkinan isi (mesinnya) rongsokan (ubahan) semua," kata dia.

Anes menambahkan, bagian lain yang perlu diperhatikan ketika membeli motor RX King, khususnya keluaran sebelum tahun 1998, adalah pada rem depan.

Sebab, motor RX King keluaran tahun 1998 dan sebelumnya masih menggunakan piston dan kaliper single.

"RX King biasanya bermasalah di rem depan. Kalau tipe lama, 1998 ke bawah itu biasanya bermasalah sama kaliper rem macet," kata dia.

Anes juga menyampaikan, soal kasarnya bunyi mesin RX King bukanlah acuan bahwa motor tersebut tidak dalam kondisi baik.

Sebab, Yamaha memang memproduksi motor klas 135 cc tersebut dengan suara mesin yang kasar.

Lebih jauh, Anes menyarankan calon pembeli motor RX King mengajak mekanik atau orang lain yang juga memahami seluk beluk motor tersebut. (Kompas.com/Fachri Fachrudin)

Berita di atas telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul  Minat Berburu RX King, Perhatikan Ini

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help