TribunSolo/

Ini Syarat dari Menteri Jonan Agar Freeport Kembali Bisa Melantai di BEI

Jonan menegaskan, saat ini yang perlu diselesaikan adalah proses divestasi saham Freeport kepada pemerintah Indonesia

Ini Syarat dari Menteri Jonan Agar Freeport Kembali Bisa Melantai di BEI
(KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/11/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan, PT Freeport Indonesia bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melakukan initial public offering (IPO), jika proses pelepasan saham 51 persen kepada pemerintah (divestasi) rampung dilakukan.

"Mudah-mudahan kalau selesai (divestasi) satu hari juga akan listing di BEI, Freeport Indonesia. Kira-kira gambarannya begitu," ujar Jonan saat membuka perdagangan bursa saham di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/11/2017).

Jonan menegaskan, saat ini yang perlu diselesaikan adalah proses divestasi saham Freeport kepada pemerintah Indonesia.

Pihaknya berharap, proses divestasi tersebut tidak memakan waktu yang terlalu lama dan bisa segera dilaksanakan.

"Gini, program akuisisinya itu pasti bertahap enggak mungkin jadi satu. Mau berapa lama ini sebenarnya udah sepakat sama Freeport itu, kalau bisa secepatnya bisa jalan, cuma enggak tahu ini mesti dilihat," ungkap Jonan.

Sebelumnya, Jonan menyayangkan masih banyaknya perusahaan sektor energi dan migas di Indonesia belum melakukan listing pada bursa saham di Indonesia.

Sebab, dari sekitar 600 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek indonesia (BEI) hanya sedikit yang merupakan perusahaan energi dan pertambangan. "Mayoritas yang dikelola oleh badan usaha asing seperti Vale dan Freeport tidak listed di sini," jelasnya. (Kompas.com/Pramdia Arhando Julianto)

Berita di atas telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul Jonan: Freeport Tak Boleh IPO Sebelum Divestasi Rampung

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help