TribunSolo/

Kapan Sebaiknya Kita Buang Celana Dalam Lama dan Ganti yang Baru?

Celana dalam yang telah dipakai sejak lama bisa menurunkan kualitas kesehatan dan kenyamanan.

Kapan Sebaiknya Kita Buang Celana Dalam Lama dan Ganti yang Baru?
Kompas.com/Robertus Belarminus
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, membeli sebuah celana dalam di pasar malam, saat mengunjungi Jalan Lempuk, di RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Sandiaga membeli celana dalam bertuliskan FC Barcelona. Senin (31/10/2016). 

TRIBUNSOLO.COM - Kapan terakhir kali Anda membeli celana dalam baru? Mungkin sudah saatnya, Anda buang celana dalam di lemari, dan menggantinya.

Celana dalam yang telah dipakai sejak lama bisa menurunkan kualitas kesehatan dan kenyamanan.

Apa saja tandanya kalau celana dalam sudah harus diganti?

1. Ganti kalau karet celana dalam sudah melar

Hal pertama yang bisa Anda cek kalau mau mengganti celana dalam adalah dengan memperhatikan elastisitas celana. Jika sudah merasa tidak nyaman, terlalu longgar, atau melorot ketika digunakan, ada baiknya Anda buang saja dan beli yang baru.

2. Jika kainnya sudah bau

Sebaiknya mengganti celana dalam ketika tercium bau tidak sedap pada kain celana dalam, meskipun sudah dicuci. Pasalnya, beberapa bahan celana dalam seperti bahan polyester jika tercampur dengan keringat akan memunculkan bakteri yang memicu bau. Selain itu, bila tidak segera diganti, bakteri bisa menginfeksi kelamin dan menimbulkan penyakit.

Jadi, sebisa mungkin pilih celana dalam dari bahan katun, kalau bisa yang katun 100 persen. Bahan ini lebih mudah menyerap kelembaban dan bisa memberikan sirkulasi udara yang lebih baik dari polyester. Karena itu, bahan katun lebih tahan terhadap bakteri atau bau tidak sedap.

3. Ketika sudah muncul bercak

Celana dalam yang sudah terlalu lama digunakan kadang menimbulkan bercak kehitaman, putih, kekuningan, atau kecokelatan. Hal itu sudah bisa dijadikan tanda bahwa Anda harus sudah mengganti celana dalam.

Halaman
12
Editor: Rifatun Nadhiroh
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help