TribunSolo/

Pertamina Apresiasi Peran Pemda Awasi LPG Subsidi

"Misalnya di beberapa restoran besar masih pakai elpiji 3 kg, selain itu juga untuk laundry dan pengering aspal," katanya.

Pertamina Apresiasi Peran Pemda Awasi LPG Subsidi
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Manager External Communication PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita di Bali, Jumat (10/11/2017) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, BALI - PT Pertamina (Persero) mengapresiasi peran Pemerintah Daerah (Pemda) yang berperan aktif dalam mengawasi penyaluran elpiji ukuran tabung 3 kg atau LPG subsidi di kalangan masyarakat.

"Kami hanya mengawasi sampai pangkalan, untuk pangkalan bukan kewenangan kami, untuk itu kami butuh bantuan pemda," kata Manager External Communication PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita di acara upskilling media Pertamina Marketing Operation Region IV di Bali, Jumat (10/11/2017) malam.

Pihaknya sangat mengapresiasi pemda-pemda yang sudah mengeluarkan surat edaran ke pegawainya.

"Sejauh ini kami sangat mengapresiasi langkah pemda yang sudah mengeluarkan surat edaran ditujukan kepada seluruh PNS di bawah pemda yang bersangkutan agar mengkonsumsi elpiji nonsubsidi," katanya.

Baca: Warga Banyudono Boyolali Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram Sebulan Terakhir

Langkah yang bersifat imbauan tersebut, diakuinya, cukup efektif dalam mengajak masyarakat khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meninggalkan elpiji subsidi.

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada sebanyak 104 pemkot maupun pemkab yang mengeluarkan surat edaran tersebut.

"Pada intinya elpiji 3 kg ini untuk penggunaannya sudah dibatasi oleh pemerintah, dalam hal ini yang boleh hanya untuk rumah tangga yang masuk kategori miskin dan pengusaha kecil dan mikro," katanya.

Arya mengakui di lapangan masih sering ditemui penggunaan elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran.

"Misalnya di beberapa restoran besar masih pakai elpiji 3 kg, selain itu juga untuk laundry dan pengering aspal," katanya.

Menurutnya, yang berhak menggunakan elpiji subsidi tersebut adalah pedagang kecil dan mikro, serta rumah tangga.

"Rumah tangga juga harus benar-benar yang masuk kriteria miskin, " tegasnya. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help