TribunSolo/
Home »

Solo

Fokus ke Padat Karya, Dana Desa Tetap Dialokasikan Pengembangan BUMDes

Jika lembaga pemerintah desa telah mampu ditopang oleh BUMDes ini, maka lengkaplah kemandirian desa itu sendiri.

Fokus ke Padat Karya, Dana Desa Tetap Dialokasikan Pengembangan BUMDes
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tetap mendapatkan alokasi dana desa meski mulai 2018 pemerintah memfokuskan pada sektor padat karya.

Salah satu contoh padat karya adalah proyek infrastruktur.

Proyek itu akan dikerjakan secara swakelola dengan memperkerjakan warga setempat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi membenarkan bahwa dana desa Tahun 2018 akan fokus terhadap pembangunan dengan sistem padat karya.

Baca: BUMDes Diharapkan Bisa Tahan Laju Urbanisasi

Namun demikian ia menegaskan bahwa hal tersebut juga tidak mengesampingkan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Kita lihat dari sisi alokasi BUMDes, masih banyak desa yang setengah hati menganggarkannya,"katanya saat membuka kegiatan BUMDes Talk bersama pimpinan BUMDes se-Jawa Tengah dan DIY di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/11/2017).

"Dana desa memang untuk padat karya, tapi kita juga memberikan perhatian kepada pengembangan ekonomi," ujarnya

Ia mengungkapkan, jumlah BUMDes hingga Oktober lalu telah mencapai 22.000 dari 74.910 desa.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help