TribunSolo/

Kasus KTP Elektronik

Hari Ini Miryam S Haryani Akan Hadapi Sidang Putusan Terkait Tuntutan 8 Tahun Penjara

Miryam dinilai terbukti bersalah memberikan keterangan tidak benar saat sidang perkara korupsi pengadaaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Hari Ini Miryam S Haryani Akan Hadapi Sidang Putusan Terkait Tuntutan 8 Tahun Penjara
Tribunnews.com/ Eri Komar Sinaga
Terdakwa Memberikan Keterangan tidak benar, Miryam S Haryani 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Terdakwa anggota DPR RI Miryam S Haryani akan menghadapi sidang putusan terkait dakwaan memberikan keterangan tidak benar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Miryam sebelumnya dituntut pidana penjara delapan tahun dan denda Rp 300 juta subsidair enam bulan kurungan.

Miryam dinilai terbukti bersalah memberikan keterangan tidak benar saat sidang perkara korupsi pengadaaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

"Menuntut agar Majelis Hakim memutuskan menyatakan terdakwa Miryam S Haryani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara berlanjut dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar dalam perkara tindak pidana korupsi," kata Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Kresno Anto Wibowo saat membacakan sura tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Baca: Gempa di Perbatasan Iran-Irak, Korban Sementara 61 Orang Tewas

Jaksa KPK menegaskan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang telah dihadirkan di persidangan membuktikan tidak benar Miryam berada dalam tekanan dan ancaman penyidik KPK saat memintai keterangan Miryam saat penyidikan korupsi e-KTP.

"Berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, para penyidik tidak pernah memberikan tekanan."

"Diberikan kesempatan membaca dan memeriksa mengoreksi sebelum ditandatangani," ungkap jaksa

Lebih lanjut, jaksa mengatakan baik dari saksi ahli psikologis mengungakapkan tidak ada tekanan terhadap Miryam.

Baca: Dandim Rembang, Jateng, Dibebastugaskan Gara-gara Tampar Pipi Seorang Kades

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help