TribunSolo/

Buni Yani Divonis Hukuman 1,5 Tahun Penjara, Ini Hal-hal yang Memberatkannya

Dalam sidang pada 3 Oktober lalu di tempat sama, JPU menuntut Buni Yani dengan dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Buni Yani Divonis Hukuman 1,5 Tahun Penjara, Ini Hal-hal yang Memberatkannya
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Sebelum divonis, terdakwa Buni Yani bersama penasihat hukumnya dan Amien Rais menuju ruang istirahat, Selasa (14/11/2017) siang. 

TRIBUNSOLO.COM, BANDUNG  - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Buni Yani dalam kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sidang berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017) siang.

Majelis Hakim yang diketuai M Saptono menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Video itu diunggah di laman akun Facebook miliknya.

Buni didakwa telah mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli.

Buni juga didakwa menghilangkan kata "pakai" saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 ayat 1 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE, melakukan ujaran kebencian serta mengedit isi video pidato Ahok

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa. 

Dalam sidang pada 3 Oktober lalu di tempat yang sama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Andi M Taufik menuntut Buni Yani dengan dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Hal yang memberatkan, menurut hakim, adalah perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan, dan terdakwa tak mengakui kesalahannya.

Hal yang meringankannya adalah Buni Yani belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga.

Dalam perkara pelanggaran UU ITE, Buni Yani menjalani 19 kali persidangan. (Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Penjara/Kompas.com/Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani)

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help