TribunSolo/

Guru Olahraga se-Solo Ikuti Workshop Deteksi dan Penanganan Pasien Henti Jantung

Ia mengimbau, agar masyarakat awam yang menemui hal tersebut unuk hati-hati dan segera membawa pasien ke rumah sakit atau dokter terdekat.

Guru Olahraga se-Solo Ikuti Workshop Deteksi dan Penanganan Pasien Henti Jantung
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Workshop Deteksi dan Penanganan Pasien Henti Jantung di RS PKU Solo, Selasa (14/11/2017) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - 105 guru keluarga SD hingga SMA Se-Solo mengikuti workshop pada Selasa (14/11/2017) di Aula Baitul Hikmah RS PKU Muhammadiyah Solo.

Workshop bertajuk “Deteksi dan Penanganan Awal Pasien Henti Jantung untuk Masyarakat Awam” itu diadakan untuk memperingati ulang tahun ke-90 RS PKU Muhammadiyah Solo.

Juga ulang tahun ke-108 Muhammadiyah, dan Hari Kesehatan Nasional ke-53.

Narasumber workshop adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah fulltimer di RS PKU, Dr. Nanda Nurkusumasari, Sp.JP-FIHA.

Baca: Ketua Pengadilan Negeri Kota Baubau Diduga Berupaya Bunuh Diri di Rumah Dinasnya

Sebagai narasumber, dia menyampaikan, gejala pasien henti jantung dapat dikenali melalui nyeri dada lebih dari 20 menit, tidak membaik dengan istirahat atau pemberian obat.

Lalu diisertai mual, muntah, keringat dingin, nggliyer atau pingsan.

Ia mengimbau, agar masyarakat awam yang menemui hal tersebut unuk hati-hati dan segera membawa pasien ke rumah sakit atau dokter terdekat.

Dikatakannya, pencegahan penyakit jantung paling utama adalah dengan pola hidup sehat.

Yakni dengan menyeimbangkan gizi, menghindari stress, mengawasi tekanan darah, hingga olahraga teratur.

Di sesi ke dua workshop dilakukan untuk semua peserta dipandu oleh Tim Code Blue RS PKU Muhammadiyah Solo tentang cara penanganan awal untuk masyarakat awam bila menghadapi korban atau pasien tidak sadar dan mengalami henti jantung.

Baca: Sidang Dugaan Penipuan WN Korea di Solo, Saksi Pihak Anthony Sebut Agen Tidak Bisa Dipidanakan

Humas RS PKU Muhammadiyah Solo, Betty Andriani, mengatakan, tujuan kegiatan adalah sebagai bentuk kepedulian rumah sakit menambah wawasan para guru terutama guru olahraga yang memiliki aktivitas berolahraga cukup tinggi.

"Dengan workshop ini agar para guru menjaga kondisi jantungnya dalam beraktivitas dan mampu mengenali deteksi terhadap kemungkinan terjadi henti jantung," katanya.(*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help