TribunSolo/

Bocah SD di Palembang Meninggal Usai Diimunisasi Massal, Begini Tanggapan Puskesmas

Karena kondisi belum membaik, akhirnya petugas Puskesmas, merujuk Jumiarti dibawa ke RSMP, pada Sabtu sore.

Bocah SD di Palembang Meninggal Usai Diimunisasi Massal, Begini Tanggapan Puskesmas
Tribun Sumsel
Jumiarni (8) bocah yang duduk di kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah harus menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (15/11/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, PALEMBANG - Jumiarni (8) bocah yang duduk di kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah harus menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (15/11/2017).

Sebelum sakit, Jumiarni mendapatkan suntik imunisasi oleh Puskesmas 7 Ulu yang diadakan di sekolah Jumiarni.

Saat Tribunsumsel.com, mencoba mengkonfirmasi kepada Puskesmas 7 Ulu, tidak ada satupun pegawai yang bersedia memberikan komentar.

Selain itu Kepala Puskesmas diinformasikan salah satu pegawainya sedang rapat dan tidak tahu keberadaanya.

Baca: KPK Dijadwalkan Periksa Setya Novanto sebagai Tersangka Hari Ini

"Ibu sedang rapat, untuk nomor telepon saya tidak punya," kata pria tua seorang pegawai yang duduk di pintu depan Puskesmas.

Jumiarni mendapatkan imunisasi pada Jumat kemarin, pasca disuntik Jumiarni langsung mengalami kelumpuhan sehari setelahnya dan dirujuk ke RS Muhammadiyah.

Sebelumnya,sedih bukan kepalang dirasakan Junianto dan Meisyah, mereka harus kehilangan anak sulung mereka, Jumiarti (9) tak lama setelah mendapat imunisasi massal di sekolah.

Jumiarni mengalami kelumpuhan, dan setelah dirawat tiga hari di rumah sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP), bocah perempuan ini meninggal dunia.

Baca: Acara Ngunduh Mantu Kahiyang Ayu dan Pesta Adat Pemberian Gelar Akan Dimulai 19 November 2017

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help