TribunSolo/

Transaksi Non Tunai Perbanyak Pengangguran? Ini Kata Pemerhati Kebijakan Publik

Namun, jika hal tersebut tidak segera diterapkan maka akan terlambat pula semua program transaksi non-tunai yang telah ditentukan pemerintah.

Transaksi Non Tunai Perbanyak Pengangguran? Ini Kata Pemerhati Kebijakan Publik
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Suasana pelatihan wartawan daerah oleh Bank Indonesia di Jakarta, Senin (20/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pemerhati Kebijakan Publik, Agus Pambagio, yakin jika transaksi non tunai tak akan mempersempit lapangan pekerjaan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya saat pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia 2017, Senin (20/11/2017) siang, di Jakarta.

"Transaksi kereta api, mengerjakan lain, informasi, ngecek saldo, selama manajemen berkomitmen, maka tak ada pemecatan," kata Agus.

Dirinya juga mengaku, bagi masyarakat hal tersebut awalnya mungkin akan terasa berat dan banyak tantangan.

Namun, jika hal tersebut tidak segera diterapkan maka akan terlambat pula semua program transaksi non-tunai yang telah ditentukan pemerintah.

Baca: Videonya Viral, Pria Ini Lakukan Pungli kepada Sopir Truk di Jembatan Pematang Mesuji Lampung

Apalagi, pemerintah memberi waktu paling lambat Desember 2017.

"Nantinya jalan-jalan di seluruh Jakarta cukup gunakan satu kartu, kalau e-KTP selesai, segala urusan mudah," ujarnya

Sedangkan untum transaksi akan diproses secara domestik.

Elektronifikasi digitalisasi untuk tol yang awalnya membutuhkan dua orang pegawai, sekarang setelah transaksi non tunai diterapkan membutuhkan tiga orang.

"Tetapi harus jago teknologi, meningkatkan kapasitas agar paham teknologi," katanya.

Pihaknya pun saat ini telah mendorong Kemenkominfo untuk ketersediaan jaringan dari berbagi provider atau bank untuk tol di Jawa.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky W Bl Wibowo telah menyetujui hal tersebut.

Meski untuk mewujudkan hal tersebut insfrastruktur harus ada.

"Kita melihat, mengawasi, mendorong, kesiapan bukan hanya dari sisi demand tetapi juga suplai," tutup Agus. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help