TribunSolo/

Anak-anak Etnis Rohingya di Kamp Pengungsi Bangladesh Mulai Alami Malnutrisi

Seperempat anak-anak Rohingya yang menghuni kamp pengungsi di Bangladesh dengan usia antara sembilan bulan hingga lima tahun alami kurang gizi

Anak-anak Etnis Rohingya di Kamp Pengungsi Bangladesh Mulai Alami Malnutrisi
(ANTARA FOTO/Mohammad Ponir Hossain)
Anak-anak Rohingya berjalan melewati air saat mereka berusaha untuk masuk ke Bangladesh dari No Mans Land setelah sebuah tembakan terdengar dari sisi Myanmar, di Coxs Bazar, Bangladesh, Senin (28/8). 

TRIBUNSOLO.COM - Di tengah panasnya cuaca di kamp pengungsian Balukhali, Bangladesh yang buluk, bayi berusia tujuh bulan, Mahmoud Rohan, terlihat berkeringat.

"Saya sedikit khawatir dengan dia," ujar sang ibu, Roshida Begum, ketika berada di pusat malnutrisi, dikutip kantor berita Reuters.com via Arab News Rabu (6/12/2017).

Rohan, lanjut perempuan 25 tahun itu, mengalami demam Selasa (5/12/2017), sehingga dibawa ke pusat malnutrisi.

Rohan adalah seklumit kecil penderitaan rakyat Rohingya yang mengungsi di Bangladesh sejak operasi militer yang dilakukan Myanmar pecah 25 Agustus lalu.

Di kamp pengungsian, balita hingga anak-anak Rohingya mengalamigizi buruk.

Baca: Berkas Perkara Sebanyak Satu Troli Atas Nama Setya Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Begum berkata, dia sudah tidak bisa menyusui dengan lancar.

Akibatnya, Rohan hanya diberi makan beberapa sendok nasi yang dicampur gula per hari.

Adapun di tempat tinggal Begum di Maungdaw, Rohan hanya mendapat air beras saja.

Arab News mewartakan, ketika diperiksa, lingkar lengan Rohan yang terlihat sangat kurus menjadi indikasi betapa parah kondisi yang dialaminya.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help