TribunSolo/
Home »

Solo

Aksi Dorong Mobil hingga Barikade Manusia Warnai Eksekusi Rumah di Sondakan, Laweyan, Solo

Rumah atas nama Ifan Ismarwanto, tersebut dilelang Bank BRI lantaran menjadi anggunan utang Ifan sebesar Rp 500 juta.

Aksi Dorong Mobil hingga Barikade Manusia Warnai Eksekusi Rumah di Sondakan, Laweyan, Solo
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Polisi berhadapan dengan kuasa hukum Poppi Irawat dan tim dalam eksekusi pengosongan rumah di Jl Parang Kusumo RT03 RW01, Sondakan, Laweyan, Solo, Kamis (7/12/2017) pagi. 

Dia melanjutkan, Poppi mengajukan perlawanan terhadap perkara ke PN Surakarta beberapa waktu lalu.

"Karena masih ada proses hukum yang sedang berjalan inilah kami menilai eksekusi ini tidak menghormati proses hukum."

"Rumah ini kan juga harta gono gini jadi yang memiliki hak bukan hanya Ifan," jelasnya.

Baca: Wali Kota Solo Tegaskan Tidak Ada Penolakan Soal Keberadaan Rumah Singgah ADHA

Menurutnya, lelang yang dilakukan oleh Bank BRI kantor Cabang Slamet Riyadi melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (PKNL) tidak wajar.

Pasalnya harga yang dilelangkan tercatat di bawah nilai appraisal.

"Empat tahun lalu appraisal rumah ini sudah mencapai Rp 800 juta, sekarang pasti harganya sudah naik, ini cuma Rp 500 juta," ujarnya.

Adapun proses eksekusi sempat memanas disertai adu mulut antara juru sita PN Surakarta yang berusaha masuk ke rumah berlantai dua itu.

Petugas PN Surakarta bahkan mendorong dua mobil yang sengaja diparkir di depan  pintu rumah.

Akhirnya eksekusi pengosongan rumah berjalan lancar karena bantuan dari petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help