TribunSolo/
Home »

Solo

Tiga Difabel Berbagi Kisah Hidup di UNS, di Antaranya Pernah Mau Digugurkan saat di Kandungan

“Sekarang ada kurang lebih 100 murid di sekolah The School of Life ini,” kata wanita kelahiran 8 Mei 1978 ini.

Tiga Difabel Berbagi Kisah Hidup di UNS, di Antaranya Pernah Mau Digugurkan saat di Kandungan
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
(kiri ke kanan) Akmala Hadita, Priskilia Smith Jully, dan Laura Aurelia Dinda saat berbagi kisah hidup mereka di seminar Peningkatan Akses dan Akseptabilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (7/12/2017). ? 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - “Saya buta sejak lahir, karena ibu saya mau menggugurkan saat saya masih dalam kandungan, tapi saya tetap lahir namun dalam keadaan buta.”

“Saya juga sempat mau bunuh diri, tapi gagal, lalu saya mencoba untuk bangkit karena Tuhan pasti tidak salah dalam menciptakan makhluknya.”

Itulah cerita dari Priskilia Smith Jully  mengawali seminar Peningkatan Akses dan Akseptabilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi yang di gelar di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (7/12/2017).

Priskilia atau kerap dipanggil Priska bangkit dan kini malah bisa mendirikan sekolah gratis bagi orang-orang yang terpinggirkan sejak tahun 2006.

“Sekarang ada kurang lebih 100 murid di sekolah The School of Life ini,” kata wanita kelahiran 8 Mei 1978 ini.

Baca: Sebut Tiga Penyanyi Ini sebagai Diva, Krisdayanti Diprotes

The School of Life kini jadi 'rumah' bagi puluhan penyandang disabilitas, orang terlantar, hingga penderita gangguan jiwa.

Priska mengatakan, perjuangan ia membuka “ rumah” bagi orang-orang terpinggirkan tersebut tidak mudah.

“Modal saya nekat, ya saya pikir yang saya lakukan adalah perbuatan mulia, jadi ya lakukan saja,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help