TribunSolo/

Mau Mencoba Rasanya Menginap di Istana Raja? Datang Saja ke Kotawaringin Barat

Di belakangnya lagi terdapat ruangan yang disebut Pedopuran (dapur), sekitar 40 meter persegi.

Mau Mencoba Rasanya Menginap di Istana Raja? Datang Saja ke Kotawaringin Barat
KOMPAS.COM/BUDI BASKORO
Astana Alnursari, di Kotawaringin Lama, Kalimantan Tengah merupakan salah satu warisan budaya tempat tinggal Raja Kotawaringin. 

TRIBUNSOLO.COM, PANGKALAN BUN - Banyak destinasi wisata istana peninggalan para raja di Nusantara.

Tapi di manakah para wisatawan bisa menginap di istana itu? Itu bisa dilakukan di Astana Alnursari.

Alnursari merupakan istana (atau astana orang Kotawaringin menyebutnya) peninggalan raja Kotawaringin, di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

"Astana ini kediaman raja dan keluarganya, didirikan oleh raja ke-12, Paku Syukma Negara," kata Gusti Samudra, salah seorang keturunan kerabat Sang Raja, yang merawat astana itu, kepada Kompas.com.

Tarian Pencak Silat atau Sendeng merupakan seremoni penerimaan tamu di Astana Alnursari, warisan Kerajaan Kotawaringin, di Kalimantan Tengah, Minggu (24/12/2017).
Tarian Pencak Silat atau Sendeng merupakan seremoni penerimaan tamu di Astana Alnursari, warisan Kerajaan Kotawaringin, di Kalimantan Tengah, Minggu (24/12/2017). (KOMPAS.COM/BUDI BASKORO)

Menurut buku "Silsilah dan Sejarah Kesultanan Kutaringin: Sebuah Kajian Awal" yang diterbitkan Tim Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Paku Syukma Negara merupakan anak dari Pangeran Ratu Imanuddin, raja kesembilan Kotawaringin.

Ia sebenarnya bukan putra mahkota yang menggantikan Pangeran Ratu Imanuddin. 

Baca: 5 Destinasi Wisata Menarik Mengisi Akhir Tahun di Kota Apel

Namun, dalam buku itu juga disebutkan Paku Syukma Negara dua kali menjabat sebagai raja.

Yang pertama, ketika ia menggantikan semementara putra mahkota Anum Kesuma Yuda yang masih kanak-kanak, sesudah raja kesepuluh, Ahmad Hermansyah (yang merupakan saudara dari Paku Syukma Negara lain ibu) wafat pada 1867.

Lalu, ia kembali menjadi raja setelah Anum Kesuma Yuda wafat dan tak punya anak lelaki sebagai putra mahkota pada 1904.

Halaman
1234
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help