DPRD Karanganyar Usulkan Raperda Larang Nama Anak Kebarat-baratan, Ini Alasannya

Menurutnya, jika raperda itu nanti disahkan menjadi perda, akan menjadi yang pertama di Indonesia yang mengatur nama anak tak kebarat-baratan.

DPRD Karanganyar Usulkan Raperda Larang Nama Anak Kebarat-baratan, Ini Alasannya
DOKUMENTASI TRIBUNSOLO.COM
Ilustrasi rancangan peraturan daerah (Raperda). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, Karanganyar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar, Jateng, mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pelestarian Budaya Lokal.

Isi raperda, salah satunya, memuat pelarangan nama anak berbau kebarat-baratan.

"Itu salah satu usulannya, karena untuk lebih melindungi kebudayaan kita yang sudah mulai terkikis," kata Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Selasa (2/1/2018).

" Jadi nanti namanya ya yang Indonesia atau Jawa," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, jika raperda itu nanti disahkan menjadi perda, akan menjadi yang pertama di Indonesia yang mengatur soal nama anak tak kebarat-baratan.

"Setahu saya di daerah lain belum ada," kata Sumanto.

Raperda Pelestarian Budaya Lokal ini masih akan melalui proses panjang sebelum menjadi perda.

"Sekarang masih penyusunan, (prosesnya) masih panjang," ujarnya.

"Masih ada naskah akademik, uji publik, baru jadi draf, " kata Sumanto menjelaskan.

"Kemudian dibahas dengan eksekutif juga."

Pihaknya menargetkan raperda ini bisa menjadi perda pada tahun 2018.

Lebih lanjut Sumanto menjelaskan, raperda bertujuan untuk melindungi budaya lokal yang sangat banyak di Karanganyar.

"Di sini hampir tiap desa ada budaya lokal yang perlu dilestarikan," ungkapnya.

"Semangatnya ke Pelestarian Budaya Lokal," kata politikus PDI Perjuangan ini menegaskan.  (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved