Tahun 2018, Pemerintah Nepal Terapkan Larangan Pendakian Solo ke Gunung Everest

Regulasi tersebut diberlakukan sebagai salah satu bagian untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan kematian di Gunung Everest

Tahun 2018, Pemerintah Nepal Terapkan Larangan Pendakian Solo ke Gunung Everest
Kompas.com
Pendaki beristirahat di jalur pendakian menuju puncak Gunung Everest, di Khumbu, Nepal, 18 Mei 2013. 

TRIBUNSOLO.COM - Pemerintah Nepal melarang pendakian solo (sendiri) ke Gunung Everest tanpa pendamping serta melarang para disabilitas (double amputee dan tunanetra) yang tidak memiliki surat keterangan kesehatan.

Regulasi tersebut diberlakukan sebagai salah satu bagian untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan kematian di Gunung Everest.

"Peraturan regulasi gunung dibuat untuk meningkatkan keamanan para pendaki dan telah menjadi usaha Departemen Pariwista untuk berfungsi secara independen,” tutur Maheshwar Neupane selaku Sekretaris Pariwisata kepada Kathmandu Post seperti dilansir dari CNN Travel.

Regulasi ini diketahui akan mulai berlaku saat musim pendakian di Gunung Everest tahun 2018.

Berdasarkan data yang telah dirangkum CNN Travel, diperkirakan sebanyak 600 orang setiap tahunnya telah melakukan perjalanan ke Nepal dengan harapan bisa mencapai puncak Everest. 

Baca: Apa Perbedaan Kereta Bandara di Soekarno-Hatta dan Kualanamu Medan?

Kemudian, pendakian Gunung Everest menjadi salah satu sumber pendapatan utama negara.

Namun dibalik keuntungan yang diraup, keamanan pendaki pun menjadi salah satu aspek yang menjadi perhatian khusus.

Setidaknya, terdapat enam pendaki yang meninggal di gunung di tahun 2017, termasuk termasuk Vladimir Strba pria berusia 50 tahun yang jatuh sakit di dekat puncak Kolta Selatan pada bulan Mei 2017.

Diketahui bahwa sejak 1920, 300 pendaki tewas saat melakukan pendakian Gunung Everest.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help