Home »

Bisnis

» Makro

Investasi Belum Sesuai yang Diharapkan, Jokowi Sebut karena Mental Birokrat Feodal

Jokowi mencontohkan, Bank Dunia menempatkan Indonesia pada peringkat 72 dalam hal "ease of doing business".

Investasi Belum Sesuai yang Diharapkan, Jokowi Sebut karena Mental Birokrat Feodal
Biro Pers Setpres
Presiden Jokowi di UGM 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan, mental birokrat yang buruk menjadi faktor penyebab terhambatnya laju investasi di Indonesia.

"Memang harus ada perubahan mental dan mindset dari mental dan mindset penguasa ke mental dan mindset pelayan."

"Inilah masalah birokrasi kita," ujar Thomas usai rapat terbatas membahas soal peningkatan investasi dan perdagangan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Maka tak heran seperti yang dikatakan Presiden Jokowi bahwa ibarat orang, Indonesia sebenarnya tidak mengalami sakit.

Baca: Gugatan Cerai Dibenarkan Pengacara, Ahok Ternyata Pernah Blak-blakan Ungkap Karakter Asli Istri

Kolesterol dalam tingkat aman, tidak punya masalah jantung, paru-paru baik dan tidak mengidap darah tinggi.

Namun, Indonesia tidak bisa berlari kencang.

Artinya, berbagai macam indikator ekonomi menunjukkan Indonesia merupakan negara yang laik investasi.

Namun, laju investasi masih jauh dari yang diharapkan.

Thomas melanjutkan, bahkan dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Jokowi mengistilahkan para birokrat bermental buruk penghambat investasi ini memiliki sifat feodal.

Halaman
1234
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help