Es Kapal Dekat Museum Keris Ini Sehari Terjual 200 Gelas

Adapun satu porsi Es Kapal dijual Rp 5.000, sedangkan bila ditambah tape ketan menjadi Rp 6.000.

Es Kapal Dekat Museum Keris Ini Sehari Terjual 200 Gelas
TRIBUNSOLO.COM/DINI LATIF
Hadi, penjual Es Kapal di dekat Musem Keris di Sriwedari, Solo, Selasa (9/1/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO  -  Ada penjual Es Kapal di dekat Musem Keris  di Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Laweyan, Solo.

Es Kapal, menurut sang penjual, Hadi, merupakan minuman yang ada sejak zaman pemerintahan Ir Soekarno, Presiden pertama RI.

Dinamakan kapal karena bentuk gerobaknya yang menyerupai kapal.

Sehari-hari Hadi berjualan dibantu anaknya, Badri.

Baca: Jalan-jalan ke Kampung Batik Laweyan? Es Kapal Khas Solo Ini Bisa Jadi Penawar Dahagamu

Satu porsi Es Kapal, lengkap dengan tape ketan dan roti tawar.
Satu porsi Es Kapal, lengkap dengan tape ketan dan roti tawar. (TRIBUNSOLO.COM/DINI LATIF)

Diwawancara TribunSolo.Com, Selasa (9/1/2018), Hadi mengaku berjualan es kapal sejak tahun 1960-an.

Hadi biasa berjualan dari pukul 09.00 WIB sampai habis, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam sehari, Hadi mengaku dapat menjual hingga 200 gelas.

Es Kapal terbuat dari santan yang diberi es serut kemudian diberi perasa cokelat.

Baca: Usaha Laudry di Sumber, Solo Terbakar, Karyawan Shock Berat dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Lalu disajikan menggunakan roti tawar di dalamnya.

Kepada pembeli, Hadi biasanya menawarkan tambahan tape ketan. 

Adapun satu porsi Es Kapal dijual Rp 5.000, sedangkan bila ditambah tape ketan menjadi Rp 6.000.

"Di sini kami hanya menyajikan dengan rasa cokelat karena sejak ada zaman dulu, sudah turun-temurun," ujar Hadi, Selasa  (9/1/2018).

Pantauan Tribunsolo.com, Es Kapal Hadi ramai didatangi pelanggan yang mayoritas anak muda. (Wartawan Magang TribunSolo.com/Dini Latif)

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help