Kerajinan Sangkar Burung Berbahan Peralon di Solo ini Mampu Tembus Pasar Ekspor

Sehingga Eko berfikir untuk membuat sebuah sangkar anti patah maka dirinya memutuskan membuat sangkar dari paralon.

Kerajinan Sangkar Burung Berbahan Peralon di Solo ini Mampu Tembus Pasar Ekspor
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Perajin sekaligus pembuat sangkar paralon, Eko Sri Muryanto dengan hasil karyanya, Solo, Selasa (9/1/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kerajinan sangkar burung berbahan peralon yang berada di kampung Debegan, Mojosongo, Solo ini mampu menembus pasar ekspor. 

Perajin sekaligus pembuat sangkar paralon, Eko Sri Muryanto memulai bisnis ini sejak tahun 2012.

"Awal bikin 2012 akrilik transparan, udah disurvei media koloni dan BNR (media komunitas pecinta burung,-Red)."

"Saat itu, yang bikin dari akrilik transparan itu hanya 2 orang yaitu orang Taiwan dan saya," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (9/1/2018) sore.

Orang Taiwan sendiri pun hanya bisa membuat sangkar dengan diameter 50 cm ke atas.

Baca: Putri Kandungnya Disebut Mirip Chelsea Islan, Mantan Engku Emran Unggah Video dan Kalimat ini

Dirinya sendiri mampu membuat sangkar dengan diameter 22 cm dan ukuran tersebut menjadi yang paling laris.

"Kerajinan sangkar burung ini saya ekspor ke Malaysia, Singapura dan Taiwan," ujarnya.

Bahan akrilik dirasa sulit didapat karena membeli lembaran akrilik mahal.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help