TribunSolo/

iPhone X Disebut Produk Gagal Terburuk Sepanjang 2017, Ini Alasannya

Mereka juga megkritik beberapa perubahan fitur iPhone X dari generasi sebelumnya yang disebut tidak begitu diperlukan.

iPhone X Disebut Produk Gagal Terburuk Sepanjang 2017, Ini Alasannya
Apple
Apple telah menjual secara resmi iPhone X(baca: iPhone Ten) di sejumlah negara, termasuk Singapura, pada Jumat (3/11/2017). 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah media inovasi teknologi melabeli iPhone X sebagai salah satu produk gagal terbesar dan terburuk sepanjang 2017.

Fitur yang ditawarkan iPhone X dinilai belum terlalu dibutuhkan penggunanya saat ini, alih-alih memperbaiki kelemahan produk iPhone sebelumnya.

Masalah yang dikeluhkan penggemar iPhone lawas pada umumnya, seperti baterai yang boros dalam pemakaian singkat, baterai lawas yang memengaruhi kinerja ponsel, atau material yang tidak begitu awet belum bisa diatasi Apple.

"iPhone X adalah simbol malfungsi. Ponsel ini dibekali fitur yang tidak diminta siapa pun."

"Layarnya yang besar tidak memungkinkan untuk digunakan dengan satu tangan, dan menguras banyak piksel di setiap sudutnya, hingga ke notch (takik di bagian layar atas)", begitu tulis Fastcodesign sebagaimana dirangkum KompasTekno, Kamis (11/1/2018).

Mereka juga megkritik beberapa perubahan fitur iPhone X dari generasi sebelumnya yang disebut tidak begitu diperlukan.

"Face ID adalah mimpi buruk untuk UX (user experience) dengan menghapus tombol home yang mendukung UI (tampilan antar muka). Namun marketing Apple berhasil memoles fitur yang tidak perlu ini sebagai 'ponsel masa depan'", imbuhnya.

Meskipun tidak menunjukan data survey atau pendapat dari para pengguna, beberapa tulisan dari artikel berbeda ditarik untuk mendukung klaim bahwa iPhone X merupakan salah satu produk gagal tahun 2017. 

Prosesor A11 Bionic yang dinilai sama saja

Apple pernah menyebut jika prosesor baru iPhone X, A11 Bionic memiliki 'sistem saraf' hingga 600 miliiar operasi per detik, dan 70 persen lebih cepat dibanding seri sebelumnya, A10 Fusion.

Halaman
12
Editor: Rifatun Nadhiroh
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help