TribunSolo/

MK Pertahankan Presidential Threshold, Fadli Zon Sebut Pilpres 2019 hanya Akan Diikuti Dua Capres

Meski demikian, Gerindra tetap konsisten mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019.

MK Pertahankan Presidential Threshold, Fadli Zon Sebut Pilpres 2019 hanya Akan Diikuti Dua Capres
setkab.go.id
Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memprediksi Pemilu Presiden 2019 hanya akan diikuti dua calon presiden karena Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan soal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

"Ya, kalau saya melihat akan semakin sedikit pasangan yang dibangun dengan koalisi-koalisi yang ada."

"Paling tidak, maksimum saya kira tiga, tetapi dugaan saya mengerucut dua kandidat," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Ia menilai, putusan MK yang mempertahankan presidential threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional juga menutup kemungkinan munculnya capres alternatif. 

Baca: Uji Materi Terkait Presidential Threshold Ditolak oleh Mahkamah Konstitusi

Meski demikian, Gerindra tetap konsisten mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019.

Fadli juga memprediksi, dengan besaran presidential threshold 20 persen kursi atau 25 persen suara, bursa cawapres akan lebih ramai ketimbang capres.  

Sebab, para politisi yang elektabilitasnya kurang tinggi akan merasa lebih realistis menjadi cawapres Presiden Jokowi atau Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Ya, sangat mungkin, kan, akan menemukan konfigurasi capres dan cawapres."

"Tentu karena semakin terbatas ada orang yang mengejar portofolio capres dan cawapres," lanjutnya.( "Presidential Threshold" 20 Persen, Gerindra Prediksi Hanya Ada 2 Capres di Pilpres 2019) Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim

Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help