​Bank Indonesia Tegaskan Larang Penggunaan Bitcoin

Pasalnya selain tidak diatur, sistem Bitcoin memiliki sifatnya yang spekulatif, dan tidak jelas siapa yang bertanggung jawab

​Bank Indonesia Tegaskan Larang Penggunaan Bitcoin
http://bitcoinboard.net/
Bitcoin 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bank Indonesia menegaskan bahwa virtual currency termasuk bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Sehingga setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan rupiah.

Baca: Bikin Ngakak, Unggahan Ridwan Kamil Ini Sukses Kecoh Penggemar Song Joong Ki

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto ketika dikonfirmasi membenarkan BI melarang bitcoin.

“BI posisinya jelas menolak Bitcoin, bagaimana jika nanti sewaktu-waktu timbul fraud, siapa yang akan tanggung jawab tidak jelas,”katanya, Sabtu(13/1/2018).

Pasalnya selain tidak diatur, sistem Bitcoin memiliki sifatnya yang spekulatif, dan tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Menurutnya, Bank Indonesia selalu mengatur setiap sistem keuangan yang dikembangkan di Indonesia agar ada kepastian dan proteksi kepada masyarakat.

Baca: Video Ayu Ting Ting Ini Jadi Bulan-bulanan Haters. Apa yang Salah?

“Karena kita imbau masyarakat jangan menggunakan atau berinvestasi dengan Bitcoin, karena biasanya yang begitu pesat seperti itu resikonya juga tinggi,dan ini tidak ada yang bertanggung jawab” tegas Bandoe.

Pemilikan virtual currency sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab.

Ditambah tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency serta nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble).

Virtual currency termasuk bitcoin, juga rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme.​ (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help