TribunSolo/

Pilkada Serentak 2018

Pilkada Serentak 2018, Polri Bentuk Satgas Anti-Politik Uang dan Satgas Anti-SARA

Belum lama ini, Kapolri mengumumkan bahwa Polri juga akan membentuk satgas anti-SARA.

Pilkada Serentak 2018, Polri Bentuk Satgas Anti-Politik Uang dan Satgas Anti-SARA
(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)
Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum selama proses Pilkada Serentak 2018.

Terutama politik uang yang sudah dianggap suatu kebiasaan menjelang pesta politik.

Ia menyadari bahwa masih banyak anggota masyarakat yang kesadaran demokrasinya rendah sehingga terbuka dengan politik uang tersebut.

Karena itulah, Polri membentuk satuan tugas politik uang yang berjalan sejak pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hingga saat ini, belum disampaikan hasil kerja satgas tersebut.

Baca: Dapat Lambaian Tangan dari Sang Anak, Kirana Larasati Mengaku Hatinya Remuk

Belum lama ini, Kapolri mengumumkan bahwa Polri juga akan membentuk satgas anti-SARA.

Satgas ini masih dalam tahap perumusan.

Menurut Tito, satgas yang juga bernama Satgas Nusantara itu nantinya akan mencegah potensi isu-isu provokatif di masyarakat, sebagaimana terjadi pada pilkada sebelumnya.

"Yang paling utama langkah preventif, yaitu mengajak stakeholdermasyarakat yang peduli pilkada damai untuk bicara dan suarakan damai dan menghindari isu provokatif dan bisa memanaskan situasi, yang bisa memecah belah bangsa," kata Tito.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help