Tangani Akun Fiktif Pendaftar Paspor, Kemenkumham Gandeng BIN

Tujuannya agar sistem aplikasi untuk permohonan pendaftaran paspor itu tidak diganggu lagi oleh akun pendaftar fiktif

Tangani Akun Fiktif Pendaftar Paspor, Kemenkumham Gandeng BIN
(Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)
Menkumham Yasonna Laoly seusai dapat kerja evaluasi 15 tahun pemberantasan korupsi di Komisi III DPR 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sistem aplikasi antrean paspor Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi sempat terganggu dengan masuknya 72.000 akun pendaftar permohonan paspor yang ternyata fiktif.

Menanggapi kasus ini, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, kementeriannya menggandeng Badan Intelijen Negara dan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk mengatasi hal tersebut.

Tujuannya agar sistem aplikasi untuk permohonan pendaftaran paspor itu tidak diganggu lagi oleh akun pendaftar fiktif.

"Jadi sekarang kita sudah selesaikan itu, kita sedang bekerjasama dengan BIN, dengan Lemsaneg, untuk membuat sistem online kita tidak rentan kepada bajakan orang-orang seperti itu," kata Yasonna, saat ditemui usai acara Natal Bersama di kantor Kemenkumham, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Yasonna menduga, pelaku di balik akun pendaftar fiktif itu ialah mereka yang selama ini menjadi calo dalam mengurus paspor.

Baca: Bikin Ngakak, Unggahan Ridwan Kamil Ini Sukses Kecoh Penggemar Song Joong Ki

Akun pendaftar fiktif itu diduga mengajukan permohonan berkali-kali untuk mengambil keuntungan dengan menjual antrean kepada masyarakat yang mengajukan permohonan paspor.

Akibatnya, sistem pendaftaran sempat rusak.

"Tujuannya bisa saja itu dijual antrean kepada orang lain"

"Tapi kita enggak tahu, sudah kita bersihkan, sekarang kita membangun sistem lebih baik," ujar Yasonna.

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help