Hati-hati, Sering Khawatir Berlebihan Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Pada dasarnya rasa cemas itu bisa berasal dari sulitnya fokus pada apa yang terjadi saat ini

Hati-hati, Sering Khawatir Berlebihan Berdampak Buruk bagi Kesehatan
(liza5450)
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Tidak ada yang ingin hidup dalam kekhawatiran.

Tapi, terkadang jalannya kehidupan itu sendiri yang memaksa kita untuk selalu cemas dan takut.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, ada banyak faktor yang membuat kita sulit mengusir rasa kecemasan.

Celakanya, sebagian orang memiliki kebiasaan mengkhawatirkan hal-hal kecil.

Pada dasarnya rasa cemas itu bisa berasal dari sulitnya fokus pada apa yang terjadi saat ini.

Baca: Adopsi Model di Jepang, BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Sistem Keagenan Perisai

Kita membiarkan pikiran kita selalu "terbang" ke masa depan atau masa lalu.

Mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi atau menyesali hal yang sudah lewat.

Kekhawatiran tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga fisik.

Berada dalam situasi yang membuat cemas tentu berpengaruh pada pikiran, hormon, dan juga mungkin metabolisme.

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved