Penyaluran Kredit Solo Raya di Tahun Ini Diperkirakan Membaik

Tahun 2018, diperkirakan kredit bank umum Solo Raya akan membaik dibandingkan tahun 2017.

Penyaluran Kredit Solo Raya di Tahun Ini Diperkirakan Membaik
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Deputi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Surakarta, M Taufiq Amrozi. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tahun 2018, diperkirakan kredit bank umum Solo Raya akan membaik dibandingkan tahun 2017.

Deputi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Surakarta, M Taufiq Amrozi mengatakan pertumbuhan ini seiring dengan meningkatnya perekonomian global.

"Tidak seperti 2017 pertumbuhan kredit melambat, karena perekonomian global juga dalam keadaan terpuruk," terangnya kepada TribunSolo.com, Rabu (7/2/2018).

Sepanjang tahun 2017 lalu, kredit di Solo Raya secara year on year (yoy) dari Desember 2016 ke Desember 2017 mengalami perlambatan.

Baca: Ingin Bertemu Julianto Tio, Adik Ahok: Kenapa sih Saudara Begitu Tega. . .

Dan berdasarkan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah cenderung meningkat.

"Meskipun masih di bawah batas indikasi 5 persen," lanjut Taufiq.

Berdasarkan jenis penggunaanya, kredit Solo Raya didominasi kredit modal kerja sebesar 57 persen.

Sisanya kredit konsumsi sebesar 19 persen, dan kredit investasi sebesar 24 persen.

"Kredit investasi mengalami pertumbuhan negatif, sedangkan untuk kredit konsumsi dan modal kerja mengalami pertumbuhan," ujarnya.

Sedangkan, secara umum penyaluran kredit Solo Raya mayoritas 32,0 persen disalurkan ke sektor pengolahan.

Baca: Hujan Deras, Drainase Warga Kelurahan Sewu, Solo Sempat Overload

Diikuti sektor perdagangan besar dan eceran, konstruksi, akomodasi dan Mamin.

"Sektor-sektor tersebut nantinya juga yang akan menopang perekonomian Solo Raya. Maka kami optimis penyaluran kredit 2018 akan lebih baik," tutupnya. (*)

Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help