TribunSolo/

Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Diprediksi Membaik Tahun Ini

Dari target 10 ribu unit untuk FLPP maupun rumah non subsidi hanya 8 persennya saja yang tercapai.

Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Diprediksi Membaik Tahun Ini
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Proses pembangunan perumahan subsidi dan non subsidi di Surakarta, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah, Priyanto mengatakan di tahun 2018 program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan membaik.

"Ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian global," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (8/2/2018).

Usai diberhentikan pada 8 Desember 2017, program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bersubsidi, yang ditujukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini kembali diaktifkan pada awal tahun 2018.

Dikatakannya, 2017 FLPP di Solo cenderung mengalami penurunan pada penjualan.

Baca: Sudah Putus, Lee Min Ho Dikabarkan Balikan dengan Suzy. Ini Jawaban Agensi

Hal ini dikarenakan penyeduaan rumah FLPP belum selesai diakibatkan faktor perijinan lahan. 

"Kondisi di Jawa Tengah secara keseluruhan pada tahun 2017 sangat parah," tuturnya.

Dari target 10 ribu unit untuk FLPP maupun rumah non subsidi hanya 8 persennya saja yang tercapai.

Untuk itulah di tahun 2018 target FLPP Jawa Tengah sebanyak 5.600 unit saja.

Priyanto mengaku optimis di 2018 ada perbaikan.

"Karena di awal tahun pemerintah sudah menggelontorkan subsidi untuk perumahan. Maka kami optimis akan ada perbaikan," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help