TribunSolo/

7 Fakta Baru Penyelidikan Kecelakaan Maut Tanjakan Emen

Setelah kejadian pihak kepolisan gabungan dari Polres Subang, Polda Jabar dan Korlantas Mabes Polri melakukan olah TKP.

7 Fakta Baru Penyelidikan Kecelakaan Maut Tanjakan Emen
ANTARA FOTO/Yusup Suparman
Warga melihat lokasi tabrakan di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2). Sebanyak 26 orang meninggal dunia dan 17 orang luka-luka akibat kecelakaan bus pariwisata di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. 

TRIBUNSOLO.COM - Kecelakaan maut terjadi di kawasanTanjakan Emen, Jalan Raya Bandung- Subang, Kampung Cicenang, Subang'>Ciater Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB. Kecelakaan yang melibatkan sebuah bus pariwisata itu menelan korban jiwa hingga 27 orang.

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto mengatakan, bus pariwisata datang dari arah Bandung menuju Subang.

Kapolres Subang AKBP M Joni mengatakan, bus tersebut memiliki nomor polisi F 7959 AA.

Setelah kejadian pihak kepolisan gabungan dari Polres Subang, Polda Jabar dan Korlantas Mabes Polri melakukan olah TKP.

Polisi memberlakukan sistem buka tutup jalur dari arah Subang-Bandung, tepatnya di Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Minggu (11/2/2018).

Inilah 7 fakta penyelidikan kecelakaan di tanjakan Emen yang dirangkum Grid.ID. 

1. Rem bus diduga tidak berfungsi baik

Jejak-jejak ban dari bus yang membawa penumpang rombongan Koperasi Permata Ciputat masih membekas dan menempel di jalan aspal sepanjang kira-kira 300 meter.

Jejak-jejak ban itu memiliki lebar sekitar 20 cm dengan panjang 40 cm dan ditandai dengan garis putih.

Hanya saja, jejak-jejak ban berwarna hitam itu terlihat tipis.

Halaman
1234
Editor: Galuh Palupi Swastyastu
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help