Home »

Solo

​Pembangunan PLTSa di Solo Belum Dimulai, Ini Penyebabnya Menurut Wali Kota FX Hadi Rudyatmo

Menurutnya, dokumen kerjasama pembelian listrik itu mutlak disiapkan sebelum pembangunan konstruksi dimulai.

​Pembangunan PLTSa di Solo Belum Dimulai, Ini Penyebabnya Menurut Wali Kota FX Hadi Rudyatmo
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (kanan) dan invsetor PLTSa (kiri) ​ 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,  Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pembangunan Pemban​​gkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo masih terhambat belum terbitnya kontrak kerjasama pembelian listrik (Power Purchase Agreement) dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Kami sudah menyampaikan perihal dokumen Power Purchase Agreement (PPA) itu kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tapi sampai sekarang belum turun, "kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo kepada TribunSolo.com, Selasa (13/2/2018).

"Kalau itu turun, ya PLTSa bisa segera dibangun, "ujarnya.

Baca: ​Makam Putri Cempo Dipindah, Normalisasi Kali Pepe di Solo Segera Mulai

Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengaku sudah menjelaskan permasalahan yang menyebabkan pembangunan PLTSa ini terhambat kepada Menteri ESDM.

"Sudah saya sampaikan ke Pak Jonan, biar yang ngomong ke PLN Pak Jonan, "kata dia.

Sampai saat ini, pembangunan PLTSa  tinggal dokumen PPA dengan PT PLN yang belum tuntas.

"Dokumen-dokumen lainnya, seperti Izin Pemanfaatan Ruang (IPR), studi kelayakan (FS) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sudah siap seluruhnya,” papar Rudy.

Menurutnya, dokumen kerjasama pembelian listrik itu mutlak disiapkan sebelum pembangunan konstruksi dimulai.

Sebab dokumen PPA tersebut sudah tertuang dalam perjanjian kontrak antara Pemkot dan investor.

Baca: Lestarikan Budaya, Pemkot Solo Adakan Pamulyan Boyong Pepunden Putri Cempo

Pembelian listrik tersebut dilandasi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 44/2015 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Pembangkit Listrik Berbasis Sampah Kota.

Kerjasama kedua pihak berdurasi 20 tahun, di mana harga jual listrik telah ditetapkan dengan tarif flat senilai Rp 2.496 per kWh.​ (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help