TribunSolo/

Ini Kandungan dan Risiko Cokelat, Makanan yang Identik dengan Valentine

Akhirnya peneliti melakukan manipulasi agar peradangan di bagian otak tidak menyebar.

Ini Kandungan dan Risiko Cokelat, Makanan yang Identik dengan Valentine
Thinkstock
kotak berisi cokelat praline 

TRIBUNSOLO.COM - Perayaan valentine untuk memeringati hari kasih sayang sangat identik dengan mawar atau cokelat.

Kedua benda ini menjadi simbol yang diberikan pada orang terkasih.

Khususnya makanan, sebelum memberikan pada orang terkasih ada baiknya kita juga mengetahui kandungan yang ada di dalamnya dan memerhatikan risiko yang muncul bagi kesehatan dan emosional.

Temuan terbaru yang dilakukan periset dari University of Montreal Hospital Research Center (CRCHUM) menunjukkan bahwa makanan yang kaya lemak jenuh dan gula tak hanya menyebabkan obesitas.

Baca: Mumpung Valentine, 4 Jenis Cokelat yang Bisa Kita Hadiahkan untuk Pasangan

Kedua kandungan tersebut juga menciptakan perubahan perilaku menjadi depresif, cemas, kompulsif, dan bisa mengganggu metabolisme tubuh.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, dipublikasikan di jurnal Molecular Metabolism, Rabu (31/1/2018), lemak jenuh dan gula yang diujikan pada tikus dapat memberi efek berbahaya bagi kesehatan.

"Perasaan depresi, cemas, kompulsif, dan perubahan metabolik yang muncul akibat makanan kaya gula dan lemak jenuh," kata Stéphanie Fulton, profesor CRCHUM dari departemen nutrisi, Fakultas Kedokteran, Université de Montréal, dilansir Science Daily, Selasa (13/1/2018).

Perubahan metabolisme tubuh yang bisa terjadi akibat makanan kaya lemak jenuh adalah hiperinsulinemia (kadar insulin tinggi dalam darah) dan inteloransi glukosa (hasil tes gula darah saat puasa atau dua jam setelah makan menunjukkan angka di atas rata-rata) yang menunjukkan kadar gula darah tinggi.

Meski belum termasuk kategori diabetes, kedua kondisi itu bisa menjadi tanda awal diabetes dan bila tak ditangani dengan tepat akan berkembang menjadi penyakit diabetes.

Halaman
123
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help