Kinerja BPR di Solo Raya Meningkat Sepanjang 2017

Dalam laporannya, kinerja BPR mengalami pertumbuhan dari Rp 4,11 triliun menjadi Rp 4,65 triliun.

Kinerja BPR di Solo Raya Meningkat Sepanjang 2017
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Kepala OJK Solo (kiri) Laksono Dwionggo, dan Wakil Kepala OJK Solo (Kanan) Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Solo Tito Adji Siswantoro. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta melaporkan, kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Solo Raya, year on year (yoy) Desember 2017.

Dalam laporannya, kinerja BPR mengalami pertumbuhan dari Rp 4,11 triliun menjadi Rp 4,65 triliun.

"Atau katakanlah pertumbuhan BPR se Solo Raya secara yoy Desember 2017 sebesar 13,12 persen," ujar Kepala OJK Surakarta Laksono Dwionggo kepada TribunSolo.com, Rabu (14/2/2018).

Laksono menyebutkan pertumbuhan BPR Solo Raya ini lebih bagus dibandingkan Jawa Tengah (Jateng) yang hanya 12,95 persen.

Baca: Okie Agustina Bocorkan Chat Pribadi Suaminya dengan Calon Pelakor. Duh, Apa Isinya?

Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan yakni 16,48 persen,

Pertumbuhan tersebut, lebih tinggi dibandingkan Jateng yang diangka 14,40 persen.

Kenaikan tersebut secara nilai dari Rp 3,96 triliun menjadi Rp 4,61 triliun.

"Terutama dipeningkatan pada tabungan," terangnya.

Sedangkan dari deposito tumbuh juga sebesar 15,40 persen dari Rp 2,19 triliun menjadi Rp 2,53 triliun.

Laksono mengatakan untuk rasio Non Performing Loan (NPL) di angka 5,05 persen, dibandingkan dengan Jateng masih lebih baik Solo Raya.

Baca: Dirut MTF Beri Kuliah Umum kepada Ribuan Mahasiswa UNS Solo

NPL Jateng di angka 6,39 persen.

"Harapan saya di 2018 kinerja semakin baik dan diharapkan dapat berekspansi dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help