Soloraya Kini Miliki Sembilan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Berizin

Saat ini jumlah KUPVA berizin mengalami kenaikan sebesar 80 persen jika dibandingkan tahun 2016.

Soloraya Kini Miliki Sembilan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Berizin
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Bakti Artanta selaku Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengeluaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi (SP PUR LA) KPw BI Solo 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo berharap jumlah penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) berizin di Soloraya terus bertambah di tahun 2018.

Bakti Artanta selaku Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengeluaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi (SP PUR LA) KPw BI Solo mengatakan saat ini jumlah KUPVA berizin mengalami kenaikan sebesar 80 persen jika dibandingkan tahun 2016.

"Pada tahun tersebut jumlah KUPVA berizinnya hanya lima," terangnya kepada wartawan, Selasa (13/2/2018).

Baca: Mana yang Lebih Sehat, Gula Batu Atau Gula Pasir?

Saat ini di Soloraya sudah ada sembilan KUPVA berizin. 

Sembilan KUPVA berizin tersebut yaitu PT Valuta Indojaya Prima, PT Golden United, PT Desmonda, PT Sakti Songgolangit Muliatama, dan PT Libra Sakti Area.

Selanjutnya ada pula PT Hages Jaya Valasindo, PT Putra Asli Solo, PT Solo Mulya Arta, dan PT Metanusa Davalas.

Baca: Libur Imlek dan Long Weekend, PT KAI Daop VI Yogyakarta Tambah Kereta Fakultatif

Adapun, lanjut Bakti saat ini ada satu KUPVA sedang mengurus perizinan.

Dan diharapkan bulan ini proses tersebut sudah selesai.

Sehingga, lanjutnya, dalam waktu dekat ini paling tidak sudah ada sepuluh KUPVA berizin yang ada di kawasan Soloraya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help