Disebut Pesan Kamar VIP Sebelum Setya Novanto Kecelakaan, Fredrich Yunadi: Dakwaan Itu Rekayasa

Fredrich membantah melakukan rekayasa untuk menghalangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Disebut Pesan Kamar VIP Sebelum Setya Novanto Kecelakaan, Fredrich Yunadi: Dakwaan Itu Rekayasa
KOMPAS.com/Abba Gabrilin
Advokat Fredrich Yunadi usai membacakan nota keberatan (eksepsi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/2/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Fredrich Yunadi membantah memesan kamar VIP di Rumah Sakit Medika Permata Hijau sebelum Ketua DPR Setya Novanto mengalami kecelakaan.

Fredrich membantah melakukan rekayasa untuk menghalangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dikatakan Fredrich saat menyampaikan keberatan atau eksepsi terdakwa atas surat dakwaan jaksa KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (15/2/2018).

"Adalah bohong pengakuan jaksa bahwa Rudi memesan kamar VIP 323."

Baca: Hasil Survei Indo Barometer, Anies Bakal Jadi Lawan Terberat Jokowi Jika Prabowo Batal Maju Capres

"Tidak ada pemesanan kamar."

"Dakwaan itu palsu atau rekayasa," kata Fredrich saat membacakan eksepsi.

Menurut Fredrich, dia memang pernah memberikan rekomendasi kepada Novanto untuk berobat dengan dokter Bimanesh Sutarjo yang salah satunya bekerja di Rumah Sakit Medika Permat Hijau."

"Fredrich mengatakan, saat itu Bimanesh menyarankan agar Novanto mengecek lebih dulu kondisi RS Medika Permata Hijau."

Baca: Fasilitas KITE Belum Optimal Dimanfaatkan di Solo Raya

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help