Fasilitas KITE Belum Optimal Dimanfaatkan di Solo Raya

Dengan KITE diharapkan dapat menunjang proses produksi yang nantinya akan diekspor kembali.

Fasilitas KITE Belum Optimal Dimanfaatkan di Solo Raya
Dok. TribunSolo.com
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat memberikan fasilitas KITE IKM kepada IKM di berbagai daerah di Indonesia di Desa Tumang, Cepogo, Boyolali, Senin (30/1/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fasilitas Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KITE) masih belum merata dimanfaatkan oleru pelaku industri di Solo Raya.

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Solo Raya, Adi Dharma S mengatakan hal tersebut dibuktikan dari masih rendahnya pelaku industri yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Saat ini saja dari jumlah anggotanya, baru ada 12 industri yang memanfaatkan.

"Masih rendahnya pemanfaatan fasilitas dari pemerintah itu dianggap karena prosedurnya terlalu ketat," terangnya kepada TribunSolo.com, Kamis (15/2/2018).

Baca: Hasil Survei Indo Barometer, Anies Bakal Jadi Lawan Terberat Jokowi Jika Prabowo Batal Maju Capres

Padahal bagi pelaku usaha yang sudah memanfaatkan KITE dianggap cukup membantu.

Sehingga, lanjut Adi, menekan biaya produksi sekitar 20 persen.

Dan juga, potensi industri di Soloraya ini besar, sehingga sangat bisa memanfaatkan fasilitas KITE.

Dengan KITE diharapkan dapat menunjang proses produksi yang nantinya akan diekspor kembali.

"Maka sangat perlu konsistensi dari pemerintah untuk menyederhanakan teknis persyaratannya," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help