Pemkot Solo Berencana Pugar Dua Makam Bersejarah Ini

Rudy menjelaskan kepada TribunSolo.com, di makam Ki Gede Sala akan lebih bagus jika diberi akses untuk umum .

Pemkot Solo Berencana Pugar Dua Makam Bersejarah Ini
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
​Makam Ki Gede Sala, saat ini berada di lahan pribadi, Pemkot Solo berencana membuka jalan ke makam agar lebih ​leluasa diakses masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - ​Pemerintah Kota Solo berencana memugar dua makam bersejarah di Kota Solo, yakni makam Ki Gede Sala di Baluwarti dan Ki Ageng Henis di Laweyan.

“Yang perlu diperbaiki kondisi sekitar kedua makam tersebut sebenarnya,” kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo seusai ziarah di makam Ki Ageng Henis di Laweyan, Kamis (15/2/2018) siang.

Rudy menjelaskan kepada TribunSolo.com, di makam Ki Gede Sala akan lebih bagus jika diberi akses untuk umum.

“Sekarang ini masih di tanah pribadi, nah itu kalau bisa diberi akses yang lebih terbuka untuk masyarakat,” katanya.

Baca: Foto-foto Ziarah Pimpinan Daerah Kota Solo ke Tiga Makam Tokoh

Kemudian untuk makam Ki Ageng Henis pemkot berencana membuka jalan yang lebih luas sehingga akses ke makam bisa lebih leluasa.

“Jalannya diperlebar, itu rencananya kira-kira seperti itu, nanti masih perlu diskusi lebih lanjut,” ujar Rudy.

Ia juga berharap sungai di depan makam bisa lebih terjaga kebersihannya sehingga akan tercipta lingkungan yang asri.

“Itu semua masih perlu kajian, namun tujuannya agar para peziarah ini bisa nyaman, wong kalau ndak ada tokoh-tokoh ini, mungkin republik ini juga tidak ada, jadi pas mendoakan bisa nyaman,” kata Rudy.

Baca: VIDEO: Ziarah Wali Kota Solo dan Pimpinan Daerah Kota Solo ke Makam Raden Ngabehi Yosodipuro

Ziarah ke beberapa makam yang dinilai berjasa saat pendirian  kota Solo tersebut adalah agenda rutin setiap tahun dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota Solo.

Selain wali kota, turut serta dalam rombongan Wakapolres Surakarta Andy Rifai, Dandim 0735 Ali Akhwan, Kepala BI Surakarta Bandoe Widiarto, serta jajaran organisasi perangkat daerah.

Secara berurutan, makam Ki Gede Sala di kawasan Baluwarti adalah lokasi pertama yang disinggahi peserta kegiatan.

Ziarah berlanjut ke makam Ki Ageng Henis di kawasan Laweyan dan berakhir di makam Raden Ngabehi Yosodipuro yang terletak di Pengging, Kabupaten Boyolali.(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved