Kontribusi Produk Ekspor Furniture Secara Nasional Masih Kecil

Saat ini nilai ekspor Indonesia masih US$ 158 milyar, sedangkan furniture US$ 1,7 milyar

Kontribusi Produk Ekspor Furniture Secara Nasional Masih Kecil
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) Ari Satria 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) Ari Satria mengatakan saat ini peluang pengembangan pasar ekspor furniture Indonesia masih besar.

"Kinerja ekspor kita masih banyak ditopang dari produk non-migas, sedangkan ekspor furniture masih kecil diantaranya," tuturnya kepada wartawan dalam acara Klinik Produk Ekspor, di Alila Solo, Kamis (8/3/2018).

Saat ini nilai ekspor Indonesia masih US$ 158 milyar, sedangkan furniture US$ 1,7 milyar.

Untuk itu lanjut Ari perlu ada upaya lebih untuk meningkatkan kinerja ekspor furniture Indonesia ini.

Baca: Pengolahan Limbah Cair Demi Keberlangsungan Hidup

Seperti meningkatkan kualitas, kuantitas, dan produksi.

Selain itu menambahkan ragam produk furniture dengan design yang inovatif.

"Yang terpenting dalam pengembangan produk ekspor yakni pengembangan pasar, pengembangan produk serta yang terpenting pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)," tuturnya.

Seperti dalam acara Klinik Produk Ekspor pada digelar di Hotel Alila, pada Kamis (8/3/2018), dimana salah satu tujuan untuk memberikan stimulus kepada pelaku usaha furniture kecil bertujuan menjadi pelaku usaha yang melakukan ekspor.

Baca: 5 Benda Ini Tanpa Disadari Bisa Cemari Udara di Dalam Rumah

Dalam acara tersebut diikuti oleh pelaku usaha tingkat industri besar, Usaha Kecil Menengah (UKM), serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Sehingga tujuan selain nilai ekspor kita naik, juga ada pengembangan pasar ekspor," terangnya.

Saat ini pasar tujuan ekspor masih seputar Amerika dan Eropa, dan terdapat pasar tujuan baru yakni Afrika dan Amerika Latin.

"Dengan adanya Klinik Produk Ekspor dengan mendatangkan langsung Delegasi Japan External Trade Organization (Jetro), harapannya produk furniture Indonesia dapat berkembang ke Jepang dan Asia Timur," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help