Pengolahan Limbah Cair Demi Keberlangsungan Hidup

"Karena ke depan diperkirakan sekitar 60-85 persen dari volume kebutuhan air bersih akan menjadi limbah cair domestik," tuturnya.

Pengolahan Limbah Cair Demi Keberlangsungan Hidup
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Suasana seminar tentang Membangun Karakter Bangsa Melalui Pelestarian Bumi, di Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -- Ke depan pengolahan limbah cair sangat diperlukan untuk keberlangsungan kehidupan.

Hal tersebut seperti yang dikatakan Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ,Peduk Rintayati.

Pihaknya mengatakan untuk ikut melestarikan bumi masyarakat bisa melakukan banyak upaya.

"Salah satunya mengolah limbah cair melalui ecotech garden," terangnya saat menjadi pembicara dalam seminar tentang Membangun Karakter Bangsa Melalui Pelestarian Bumi, di Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/3/2018).

Baca: Harus Kehilangan Kedua Kakinya Karena Kecelakaan, Pria Ini Tetap Semangat Bekerja, Lihat Videonya

Hal tersebut diselenggarakan oleh Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Surakarta yang mengajak calon lulusan untuk melestarikan bumi melalui seminar nasional jelang pelaksanaan upacara penyerahan ijazah (UPI).

Ecotech garden merupakan suatu inovasi dalam mengolah limbah domestik dengan menggunakan tanaman hias.

"Karena ke depan diperkirakan sekitar 60-85 persen dari volume kebutuhan air bersih akan menjadi limbah cair domestik," tuturnya.

Dari angka tersebut limbah cair yang masuk pada golongan limbah ada sekitar 75 persen.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help