Gempa Magnitudo 7,5 di Papua Nugini, Korban Tewas Bertambah Jadi 100 Orang

"Kerusakan yang terjadi akan membutuhkan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk diperbaiki," ucapnya.

Gempa Magnitudo 7,5 di Papua Nugini, Korban Tewas Bertambah Jadi 100 Orang
AFP/Kantor Perdana Menteri Papua Niugini
Perdana Menteri Papua Nugini Peter ONeill mengunjungi penduduk desa di Tari, di provinsi Hela, setelah gempa melanda daerah terpencil di dataran tinggi, Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, PORT MORESBY - Total korban tewas akibat gempa yang mengguncang Papua Niugini pada 26 Februari lalu mencapai lebih dari 100 orang, sementra ribuan orang lainnya mengalami luka.

Perdana Menteri Papua Niugini Peter O'Neill mengatakan, upaya pemulihan di wilayah yang terdampak gempa akan berlangsung selama bertahun-tahun.

Gempa magnitudo 7,5 menimpa kawasan pedalaman pegununungan di negara Pasifik itu, menyebabkan longsor sehingga menghalangi jalan dan listrik menjadi padam.

Sementara, gempa susulan memicu kekhawatiran masyarakat.

"Korban gempa diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang, sengan masih banyak orang yang hilang dan ribuan orang terluka," katanya, Jumat (9/3/2018) sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com. 

Baca: Korban Tewas Gempa Magnitudo 7,5 Papua Nugini Mencapai 67 Orang

O'Neill mengatakan, pemerintah dan lembaga bantuan fokus untuk memberikan air bersih, makanan, dan tempat penampungan bagi korban, serta memulihkan saluran komunikasi dan listik.

"Tidak ada pemulihan yang cepat. "

"Kerusakan yang terjadi akan membutuhkan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk diperbaiki," ucapnya.

Wilayah pedalaman Southern Highlands merupakan rumah bagi pengembangan industri terbesar di negara itu yang dijalankan oleh perusahaan energi asal Amerika Serikat Exxon Mobil.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help