Home »

Bisnis

» Mikro

Kemenkop Bakal Beri Kemudahan Standarisasi dan Sertifikasi untuk UKM

Angka 2.500 itu meliputi hak cipta 556 UKM, 1.514 pendaftaran merek, 100 sertifikasi halal, dan ISO HACCP dan PIRT sebanyak 330 UKM

Kemenkop Bakal Beri Kemudahan Standarisasi dan Sertifikasi untuk UKM
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Acara konsultasi dan pemberkasan standarisasi mutu dan sistem mutu produk KUMKM yang potensial ekspor, di Syariah Hotel Solo, Jumat (9/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tahun 2018 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia (RI) bidik sekitar 2.500 UKM kantongi standarisasi dan sertifikasi produk.

Hal tersebut seperti yang dikatakan Plt. Asisten Deputi Standarisasi dan Sertifikasi Kemenkop dan UKM, Sitti Darmawasita.

"Fasilitas kemudahan ini merupakan pembebasan biaya kepengurusan sertifikasi dan standarisasi," tuturnya kepada wartawan, Jumat (9/3/2018).

Angka 2.500 itu meliputi hak cipta 556 UKM, 1.514 pendaftaran merek, 100 sertifikasi halal, dan ISO HACCP dan PIRT sebanyak 330 UKM.

Baca: Tak Kapok Dihujat Terlalu Terbuka, Rey Utami Pamer Perut Hamil Lagi

Besaran biaya yang diberikan dalam fasilitas tersebut yakni Rp 600 ribu per UKM untuk pendaftaran merek, dan Rp200 ribu per UKM untuk hak cipta.

Sedangkan bagi UKM yang mengurus sendiri biasanya biaya yang dibebankan mencapai Rp 2 juta untuk merek dan Rp 400 ribu untuk hak cipta.

Sitti optimistis target 2.500 UKM initercapai karena animo UKM untuk mengajukan permohonan pendaftaran terutama merek dan hak cipta cukup tinggi.

"Berkaca tahun 2017 lalu dari target 2.025 UKM terealisasi 2.083 UKM, melebihi target," imbuhnya.

Baca: Sebut Hidup Prilly Latuconsina Lebih Berkah karena Patuh pada Orang Tua, Annisa Bahar Sindir Juwita?

Namun pihaknya menyayangkan, masih banyak UKM yang belum tahu alur dan fasilitas kemudahan yang bisa diperoleh.

Maka dari itu Kemenkop bekerja sama dengan Pemerintah Daerah mengadakan sosialisasi atau pendampingan jemput bola ke daerah-daerah.

Pihaknya juga berharap pada 2019 kuota jumlah UKM yang bisa difasilitasi untuk proses standarisasi dan sertifikasi ini bisa ditambah menjadi 5.700 UKM. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help