Beredar Isu Data NIK dan KK Bocor ke Intelijen Cina, Tagar 'Data Registrasi Terjamin' Jadi Trending

Seorang pengguna Twitter @BosErvan membuat sebuah tweet yang mengingatkan kepada netizen bahwa data mereka aman.

Beredar Isu Data NIK dan KK Bocor ke Intelijen Cina, Tagar 'Data Registrasi Terjamin' Jadi Trending
KOMPAS.com/Fatimah Kartini Bohang
Menkominfo Rudiantara 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM - Kebijakan pemerintah meminta semua masyarakat melakukan registrasi ulang menggunakan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ternyata dimanfaatkan beberapa orang untuk menyebarkan berita hoax.

Hari ini Rabu (14/3/2018) kata kunci 'Data Registrasi Terjamin' menjadi tranding topic Twitter.

Dari penelusuran TribunSolo.com, banyak netizen yang membahas mengenai keamanan data pengguna kartu prabayar.

Seorang pengguna Twitter @BosErvan membuat sebuah tweet yang mengingatkan kepada netizen bahwa data mereka aman.

Baca: 111 Penyandang Disabilitas di Solo Mengikuti Pelatihan Kewirausahaan

"Tenang bro dan sis, data kamu aman kok, operator seluler tidak bisa akses data keluarga," tulisnya.

Sebelumnya sebuah kicauan Hoax ditulis pengguna @partaihulk pada Selasa (13/3/2018).

"Menkominfo Rudiantara dipaksa intelijen China untuk bocorkan minimal 70 juta data KK dan NIK yang sesuai, Rudiantara dipaksa kejar target," tulisnya.

Tweet tersebut pun telah dibalas dan diklarifikasi langsung oleh Menteri Komunikasi Rudiantara melalui akun sosial media Twitternya @rudiantara_id.

Halaman
12
Penulis: rika apriyanti
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help