Gelapkan Uang Siswa Miskin hingga Rp 700 Juta, Wanita Teller Bank di Solo Ditetapkan Jadi Tersangka

Hasil pemeriksaan petugas Kejari, tersangka mengaku tidak mencairkan seluruh dana bantuan yang diajukan siswa.

Gelapkan Uang Siswa Miskin hingga Rp 700 Juta, Wanita Teller Bank di Solo Ditetapkan Jadi Tersangka
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Lobi Kejari Solo, Rabu (14/3/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo memproses kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran negara sebesar Rp 725.500.000.

Uang tersebut berasal dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudaayaan (Kemendikbud) yakni Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan dana khusus untuk siswa miskin seluruh Indonesia pada 2016.

Mewakili Kepala Kejari Solo, Teguh Subroto, Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Solo, Suyanto, mengatakan, kasus melibatkan seorang wanita teller bank di Solo, berinisial NH (45).

"Bantuan dana PIP 2016 di Solo ditujukan untuk 41 SMK dengan jumlah penerima 2.750 siswa kelas X, XI, dan XII dengan total anggaran Rp 2 miliar 90 juta," jelasnya ditemui di kantornya Rabu (14/3/2018) pagi.

Baca: Fisikawan Stephen Hawking Meninggal Dunia

Dijelaskannya, bantuan tersebut bisa dicairkan siswa dan orang tua di bank yang telah ditunjuk Kemdikbud.

Namun, berdasar laporan sekolah-sekolah dan orang tua siswa, dana tak kunjung cair.

"Kami panggil petugas bank yang ditunjuk (NH), pertama sebagai saksi, panggilan kedua resmi ditetapkan tersangka pada 28 Februari (2018) lalu," katanya.

Hasil pemeriksaan petugas Kejari, tersangka mengaku tidak mencairkan seluruh dana bantuan yang diajukan siswa.

Baca: Ditilang saat Hendak Sekolah, Polisi Sadar Celana Pelajar SMA di Bandung Basah, Ternyata Ngompol

Lanjutnya, ada sebagian dana yang diambil dan digunakan untuk keperluan pribadi.

"Jadi sebanyak 1.711  siswa sudah terima bantuan dengan nilai sebesarr Rp 364.500.000, sementara, sebanyak 1.039 siswa dari 32 SMK tidak menerima bantuan, jika ditotal sebesar Rp 725.500.000," jelas dia.

Kini, Kejari tengah melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap kasus yang menimpa teller bank yang berkantor cabang di Jl Slamet Riyadi itu.

NH dijerat Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang tentang pemberantasan Tipikor Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman penjara 20 tahun. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help